Cara Menggapai Cita-Cita yang Bukan Hanya Menjadi Mimpi

cara menggapai cita-cita

Pasti ketika masih kecil kamu pernah menemukan pertanyaan  "kalau sudah gede mau jadi apa?"

Mau jadi polisi?, mau jadi pilot?, mau jadi guru?, mau jadi dokter?, Bahkan ada yang mau jadi super man ^_^?

Gak masalah sih karena semua profesi tersebut baik dan gak melanggar hukum juga. Yang salah jika sebuah profesi yang didapat dengan cara yang gak baik (nyogok, kolusi, nepotisme, etc).

Biasanya jawaban-jawaban yang muncul dari seorang anak merupakan jawaban yang bersumber dari apa yang ia lihat.

Melihat tetangga jadi polisi yang gagah, rapih, maka ada kecenderungan mau seperti itu juga. Melihat film superhero yang menumpas kejahatan jadi kepikiran, "gimana ya jika aku jadi kayak gitu, pasti keren".

Jawaban tersebut tidak dipikirkan secara rumit oleh anak-anak, yang mereka tahu saya pasti bisa menjadi seperti apa yang saya inginkan.

Lalu, mengapa ketika berjalannya waktu cita-cita tersebut dirasa tidak realistis dengan kita?

Biasanya, Hilangnya rasa percaya bahwa cita-cita yang kamu inginkan bisa terwujut tidak bisa dilepaskan dari sugesti yang orang lain timbulkan ke diri kamu. Dimana sugesti tersebut bisa dan banyak yang menjadi realita pembodohan.

Dan faktanya, realita hanya berpengaruh sedikit sekali terhadap sebuah cita-cita. Realita yang benar-benar tidak bisa di ubah untuk menggapai cita frekuensinya kecil dan tidak semua profesi terkena realita tersebut.

Perhatikan kasus ini.

Persyaratan menjadi seorang anggota polisi salah satunya harus memiliki tinggi badan yang proposional (diatas 170cm) dan realita orang pendek tidak mungkin bisa menjadi polisi jika tinggi badannya 150 cm.

Kasus tersebut merupakan realita yang benar dan jangan di lawan. Namun bagaimana jika cita-cita orang yang tinggi badan 150 cm itu adalah menjadi seorang pengusaha sukses.

Realita abadi diatas tidak akan berlaku untuk cita-cita menjadi pengusaha sukses, karena menjadi seorang pengusaha bukan di lihat dari tinggi badan.

Ini menjadi kesalahan fatal yang dilakukan oleh banyak orang, mereka tidak bisa membedakan realita yang tidak bisa di ubah dan realita yang bisa di kompromikan.

Saya punya teman (anggap saja si A) yang orang tuanya memiliki ekonomi menengah kebawah dan tinggal di daerah yang mayoritas berpikir mustahil untuk kuliah, orang makan aja susah.

Sugesti dari orang-orang inilah yang masuk ke otak teman saya sehingga dia takut bermimpi untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah. Padahal jika dia mau berusaha, banyak sekali beasiswa yang bisa ia temui di kampus atau sembari kulia sembari magang.

Ingat!, banyak jalan menuju ke Makkah Al Mukaromah.

jalan sukses
sumber gambar: atjhecyber

Baca juga: cara meningkatkan peluang sukses (bukan teori) siapa pun bisa

Yang membuat Saya sangat terkejut lagi adalah mendengar ucapan dari teman-teman si A ini, ketika kami berkumpul dimana mereka mengatakan "Ngapain kuliah jika ujung-ujungnya susah cari kerja".

Heloo...jika kamu menemukan pertanyaan seperti itu jawab saja begini "yang kulia saja susah cari kerja apa lagi yang gak kuliah?"

Gak ada cerita orang yang lulus kulia gak dapat kerja, gak ada cerita orang yang lulus kulia jadi gelandangan. Yang ada hanyalah kesempatan menjadi sukses terbuka lebih lebar. Sejelek-jeleknya pekerjaan seorang sarjana pastinya akan lebih layak di bandingkan lulusan di bawahnya.

Lalu mengapa ada orang yang berfikir seperti itu, padahal dia kulia saja nggak, jalanin aja nggak, kok berani-beraninya bilang seperti itu. Apa karena melihat seorang sarjana lama menganggur?

Jika itu alasannya saya berani menjawab pasti sarjana yang di maksut menganggur lebih singkat di banding yang mengucapkan, iya kan!.

Baca juga: kunci terhindar dari kesulitan hidup zaman ini

Kasus-kasus diatas harus disadari/renungkan oleh orang-orang yang masih menempuh pendidikan SMP/SMA, bahwa sugesti pembodohan itu sangat berbahaya, ingat yang menentukan masa depan kamu adalah diri kamu sendiri bukan orang lain. Lalu bagaimana dengan kamu yang sudah terlanjur melewatkan kesempatan untuk itu?

Jika umur kamu masih berada di kisaran 25 maka masih bisa melanjutkan kulia, namun jika lebih maka sebaiknya kamu berahli pada cita-cita cadangan kamu. Setiap manusia pasti punya banyak keinginan ketika membayangkannya, namun mayoritas ada dua keinginan yang menjadi dominan yang dijadikan cita-cita untuk masa depannya.

Biasanya yang nomor dua inilah yang akan muncul jika yang nomor pertama gagal/terlambat dilakukan baik karena realita pembodohan maupun realita yang sebenar-benarnya (tidak bisa di ubah).

Jika kesalahan kamu karena realita pembodohan yang disebabkan oleh sugesti orang lain, maka abaikan hal tersebut jika kamu temui dalam menggapai cita-cita cadangan kamu.

Kamu punya cita-cita pertama menjadi dokter, namun karena orang tua kamu miskin maka orang-orang akan mengucapkan kata-kata gak mungkin, jangan mimpi, dan sugesti-sugesti negatif lainnya. Padahal kamu punya otak yang berpotensi dan pada akhirnya kamu teracuni sugesti tersebut dan mengubur dalam-dalam mimpi kamu.

Sayangnya kebanyakan orang akan menyadarinya ketika sudah expaired/terlambat bahwa banyak cara untuk mewujudkannya. Maka dari itu abaikan/acuhkan/katakana tidak untuk sugesti dari orang lain. Ingat kesuksesan itu milik siapa saja bukan hanya untuk orang-orang tertentu.

Fokuslah pada hal yang bisa menghantarkan kamu mencapai keinginan tersebut bukan sibuk memikirkan omongan orang lain yang belum tentu benar. Orang tidak akan peduli jika kamu sukses dan akan mencibir di belakang kamu jika kamu gagal. So, sebenarnya jika kamu berhasil atau gagal orang lain tidak akan peduli.

Jika kamu masih Sekolah manfaatkan waktu kamu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan perbanyak value terhadap diri kamu. Dan jika kamu sudah terlambat untuk melanjutkan studi maka fokuslah pada cita-cita cadangan kamu.

Jangan seperti ini:
  1. Kamu mau jadi bos/CEO, tetapi gak mau memulai membuka usaha 
  2. Kamu mau jadi pegawai/karyawan yang sukses, namun gak mau mendaftar lowongan kerja, dan jika sudah jadi malah banyak ngeluhnya.

Jadi sebenarnya apa yang kamu mau? Coba pikirkan sekarang juga!...jika sudah abaikan sugesti orang lain yang bisa menimbulkan realita pembodohan.

orang sedang mikir
sumber gambar: si-custom

Postingan ini mengambil tema "cara menggapai cita-cita" yang seharusnya kamu wujudkan bukan hanya menjadi mimpi belaka. Jika dirasa bermanfaat silahkan share ke kerabat kamu sehingga lebih banyak orang yang sadar bahwa kesuksesan yang menentukan adalah diri mereka sendiri bukan orang lain, terimakasih.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »